saying

just simple girl

Monday, April 23, 2012

awal nya

11 november 2011
gue masuk ke pustaka lebah. dan gue masuk di team kak tami.
resign..mungkin kata-kata itu yang selalu ada di pikiran gue. but..gue masih di sini. di pustaka lebah. di team kak tami.
udah hampir 5 bulan gue di sini. and gue ga tau dan tidak mengerti apa yang membuat gue bertahan sejauh ini..? padahal temen-temen akrab gue pada resign. terkadang gue juga kesepian karna semua temen yang udah akrab and sreg sama gue pada resign. gue kan jadi sendirian..
gue belum menemukan yang bener-bener bisa gue panggil "teman". di sini kita hanya patner kerja. just it. and kak tami hanyalah atasan gue. hubungan gue dan dia cuma sekedar anak buah dan boss..itu aja.
gue tau dia baik dan terlihat sempurna. tapi sebaik-baiknya dia. tidak akan pernah mengerti gue yang sebenarnya. 
butuh waktu untuk lebih mengenal orang-orang disekitar gue,juga kak tami. gue harus adaptasi dulu.
hmm..gue baru sadar gue ternyata sudah besar yaa..udah kerja. inilah gue. gue adalah seorang marketing. gue sedang belajar jadi marketing.gue sedang menjalani proses menjadi seorang marketing. semoga pustaka lebah ini menjadi keluarga kedua bagi gue..


                                amien..:)

Thursday, March 08, 2012

memory in choyang

setelah gue lulus sma,inilah awal gue memulai memasuki dunia kerja.
tempat yang mengajari gue arti berbagi kasih dengan orang lain. seneng banget bisa kenal sama kalian..temen-temen choyang. makasih buat bos gue di choyang yg tlah memberikan gue kesempatan untuk bekerja di tempatnya. walaupun hanya sebulan. itu sangat berarti. dan kenangan nya sangat indah..

miss kim..i always miss u.



 

Tuesday, September 20, 2011

malam sampaikanlah

malam pun tiba.
secepat hembusan angin pagi berganti siang.siang berganti sore dan sore berganti malam.
aku lelah.jiwaku capek.pikiranku penat.
malam...izinkan aku istirahat sejenak setelah seharian beraktifitas. malam...aku ingin tertidur pulas sampai esok pagi aku bangun dan matahari menyemangati hari-hariku.
malam...aku ingin mimpi indah. bukan mimpi buruk yang selalu aku rasakan.kali ini saja...aku ingin bermimpi indah.
malam...mataku sudah lelah.kelopak ini tak sanggup lagi menyanggah. aku ingin tidur.
semua orang di rumah sudah tidur pulas. aku lihat ke jendela. semua sudah sepi. tinggal aku sendiri yang belum terlelap.
huffttt...malam.
apakah kau tidak mengizinkan aku untuk tidur sebentar?
aku sudah lelah.
jika kau tidak mengizinkan aku untuk tidur malam ini. maka izinkan aku meminta sesuatu.
malam sampaikanlah...rinduku padanya. aku sangat merindukan dia... ayu. nama itu yang selalu aku rindu dan aku nanti-nantikan.
setiap malam dia yang selalu aku bayangkan.aku ga bisa tidur juga karena dia.
malam sampaikanlah...betapa aku menginginkannya. aku ingin dia jadi milikku.
malam sampaikanlah...betapa aku sangat mencintainya. aku hanya mencintai dia seorang.
malam sampaikanlah...perasaanku yang gundah gulana karena dirinya.
malam sampaikanlah...aku ingin dia mengerti perasaanku. rasa ini milik kamu,ayu.
malam sampaikanlah...aku ga bisa tidur karena aku terus memikirkan mu,ayu.
malam sampaikanlah...semua isi hatiku kepadanya.
kepada seseorang yang aku cintai. ayu winda pratiwi.

malam...aku ingin kau sampaikan semua isi hatiku hanya kepada pemilik nama itu.
smoga aku mimpiin dia lagi..
smoga mimpi itu bisa menjadi nyata.ga selamanya hanya mimpi.

ayu...

Monday, September 12, 2011

khalil gibran-biography


Khalil Gibran (juga dieja Khalil Gibran; lahir Gibran Khalil Gibran, bahasa Arab: جبران خليل جبران, lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat.


Kehidupan awal

 v Libanon

Khalil Gibran lahir di Basyari, Libanon dari keluarga katholik-maronit. Basyari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak memengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Beirut, di mana dia belajar di College de la Sagasse sekolah tinggi Katholik-Maronit sejak tahun 1899 sampai 1902.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Kesultanan Usmaniyah yang sudah lemah, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.
Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York City, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. 

Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronit. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.
Gibran segera kembali ke Boston. 

Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

v Amerika Serikat

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.
Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. 

Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Suriah yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

  
Karya dan kepengarangan

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya "Sang Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. 

Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

 Kematian

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hepatis dan tuberkulosis, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Mar Sarkis, sebuah biara Karmelit di mana Gibran pernah melakukan ibadah.
Sepeninggal Gibran, Barbara Young lah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku."

Thursday, September 08, 2011

buah pena: seindah cinta ayu

buah pena: seindah cinta ayu

seindah cinta ayu


Heumm...malem ini gue ga bisa tidur lagi. biasalah..insomnia! tapi ada satu hal yang menguras pikiran dan batin gue. Ayu. Nama itu lagi yang terlintas dipikiran gue. Bukan kali ini saja gue menulis namanya dalam cerita gue. Sebelumnya gue juga menggoreskan namanya dalam cerita gue. Ayu memang style dalam setiap alur cerita. Ketauan deh,,gue pake namanya jadi tema cerita.
Judulnya “seindah cinta ayu”,,kenapa gue kasih judul seindah cinta ayu? Bukan seindah cinta yeye. Seindah cinta haryo. Seindah cinta danang. Seindah cinta priscil. Seindah cinta mitha. Seindah cinta brian. Atau seindah cinta majid?
Karena dialah wanita terindah dalam hatiku. Saat ini. Hanya dia,tak ada yang lain. Banyak cowok maupun cewek. Banyak nama cewek maupun cowok yang singgah dalam hidupku. Tapi hanya dia yang namanya slalu aku tulis dalam setiap kata,kalimat yang kurangkai dalam cerita. Ayu. Nama itu slalu memberikan inspirasi untuk menulis. Nama itu selalu menjadi tema dalam cerita yang ingin aku tulis. Nama itu begitu indah terdengar ditelingaku. Nama itu begitu harum. Nama itu selalu menghiasi hari-hariku. Menemaniku dalam setiap berakitivitas. Membangunkanku saat pagi hari. Dan hadir dalam mimpi-mimpiku saat aku mulai terlelap.
Gue belum cukup lama mengenal dia. Gue ga tau siapa dia. Sebenarnya dia. Gue belum pernah melihat wajahnya. Gue belum pernah mendengar suaranya. Gue belum pernah bertemu dengannya langsung. Gue ga tau kenapa gue suka dia. Padahal gue ga tau apa-apa tentang dia. Bener-bener gue ga tau apa-apa. Walaupun gue ga tau apa-apa,tapi ada hal yang gue tau. Gue suka dia. Gue sayang dia. Gue nyaman sama dia. Lho kok bisa..?kan belum kenal banget. Belum pernah bertemu langsung lagi. Jangan Tanya mengapa. Perasaan ini sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hati yang tau. Orang mungkin tak pernah mengerti. But this is my feeling. Ada pepatah tua mengatakan “cinta memang buta”. Itu betul. Sekarang ini sedang gue alami cinta buta. Mungkin banyak orang mengalami cinta buta,sama hal nya seperti gue. Contohnya,gue punya temen namanya dyah. Tinggal di Jakarta.Dia lagi deket sama seseorang anak Surabaya. Jakarta-surabaya,lumayan jauh kan..
Lagi pedekate nih ceritanya. Dyah kenalan sama doi nya hanya lewat media elektronik (hp) dan jejaring social facebook. Belum pernah bertemu langsung.Dia sering tlpn dan sms doinya. Ketika telpon darinya ga diangkat-angkat. Sms juga ga dibales-bales. Dyah merasa bete dan jenuh. Dia curhat ama gue,dan gue bilang “kayaknya lo udah jatuh cinta beneran sama doi lo”. Dyah jawab “hahahaaa..tau deh namanya apa. Gue ga tau mukanya,ga tau yang dia ceritain bener apa bohong dan ga tau kenapa gue suka padahal gue ga tau apa-apa tentang dia. Cinta emang buta,bro”
Tuh kan bener. Cinta memang buta,bro. bagi sebagian orang.
Pada hakekatnya,gue ga tau definisi cinta. Pengertian dari cinta itu sendiri. Asal muasal cinta. Bentuk cinta seperti apa. Pada kamus umum bahasa Indonesia yang gue baca,tidak dijelaskan apa pengertian cinta. Lalu gue mencoba membaca kamus bahasa inggris. Disitu juga tidak terdapat pengertian love. Sudah banyak sumber bacaan yang gue baca Cuma untuk mencari arti kata cinta. Sudah banyak teori-teori cinta yang gue pelajari tapi gue masih belum mengerti dan paham apa arti kata cinta itu sendiri. Gue ga bisa memegang cinta. Gue ga bisa mencium bau cinta seperti apa. Kalo bau tai kucing,masih bisa gue endus. Tapi ada satu hal yang sedikit gue tau tentang cinta. Cinta memiliki rasa. Manis,asam,pedas,asin . . . .
Nah,,rasa manis cinta itu yang saat ini sedang gue rasakan. Gue merasakan rasa manis cinta ketika gue jatuh cinta dengannya,ayu. Gue bener-bener jatuh cinta sama ayu. Gue jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Mudah-mudahan ga patah hati juga tuk kesekian  kalinya. Mudah-mudahan. Kali ini aja cinta gue ga bertepuk sebelah tangan lagi. Kali ini aja . .izinkan gue merasakan pacaran sama orang yang bener-bener gue suka . .*NGAREP.COM.
Entah kenapa rasa ini begitu indah. Indah banget. Membuat gue terhanyut mimpi. Mungkin..eh bukan mungkin. Ini bener-bener nyata. Perasaan gue nyata adanya. Gue bahagia saat mencintai ayu. Entah kenapa gue nyaman sama dia meskipun gue belum pernah bertemu dengannya. Setiap hari slalu gue bayangkan sosok ayu. Berharap suatu saat nanti gue bertemu dengannya. Dengan cara yang indah. Gue ga mau memaksakan diri. Cinta itu butuh waktu. Biarin mengalir aja.
Takdir yang bisa menjawab. Dalam lantunan doa,gue minta agar kita dipertemukan kelak. Cinta takkan kemana-mana-kata petra sihombing. Kalau ayu memang cinta dan milik gue,dia takkan pergi kemana-mana. Walaupun sekarang-sekarang ini hubungan gue dan dia lagi ga harmonis. Tapi kalau ayu bukan cinta dan milik gue,,silahkan pergi . . .gue ikhlas dan gue cari cinta yang lain.
Suatu hari di rumah ayu . . .
Pemain: tamtam,ayu
Sutradara: mitha
Tamtam: ayu,,ayu,,
Ayu       :napa say?
Tamtam :aku pengen deh ketemu doraemon
Ayu       : hmmm untuk apa?
Tamtam : mau pinjem pintu ajaibnya sebentar
Ayu       : buat apa tuh pintu ajaib?
Tamtam : buat buka hatimu untuk ku
Ayu        :ihhh . . .kamu! bisa aja. Jadi malu . . .(muka merah-merah gitu)

Dear ayu:
“Apapun juga akan kulakukan untuk menunjukkan cintaku padamu. Aku menemukan cinta kita sedalam samudra,setinggi bintang dan seluas langit. Walaupun sampai hari ini aku belum memahami rahasia tersembunyi hatimu. Tapi akan kucoba. Telusuri rahasia hatimu dengan segenap rasa yang kumiliki”

Saturday, August 27, 2011

kali ini tentang ayu lagi

ayu...hanya nama itu yang terlintas dipikiran gue dan selalu menghiasi hari-hari gue. semenjak gue kenal lo hari-hari gue berubah drastis.saat pagi ketika gue bangun dari tidur,wajah lo yang gue bayangkan.walaupun gue belum pernah bertemu langsung sama lo dan kita berkomunikasi hanya lewat hp aja tapi wajah lo selalu ada dalam imajinasi gue.gue pun tidak tahu lo seperti apa.yang gue tahu...lo cantik (rido-kaka2an nya ayu sih yang bilang).
 saat malam ketika gue memejamkan mata,wajah lo yang terlintas dalam khayalan gue.selalu gue berharap agar lo muncul dalam mimpi-mimpi gue.dan lo memang selalu ada dalam mimpi-mimpi gue.ayu...adalah satu nama yang gue kenal kini dan nanti. ayu...sebuah nama yang selalu hadir dimimpi-mimpi gue. dia mimpi terindah buat gue.
satu keyakinan dan harapan menjadi satu.kelak gue bertemu langsung dengan pujaan hati gue,ayu. entah kapan. waktu yang menjawab. selama gue berusaha untuk deket sama dia ga ada yang ga mungkin gue bisa bertemu sama dia dan bahkan bisa memiliki cintanya. gue ga mau maksain diri karena gue takut kecewa lagi...dan lagi. saat ini gue jalani aja pertemanan ini. gue akan jaga pertemanan yang indah ini. gue ga mau melakukan kesalahan yang pernah gue lakukan dulu.
semua yang gue rasakan ini dan segala perasaan ini ingin gue curahkan.tapi gue pun ga bisa melakukan itu. perasaan gue kepadanya lebih dari kata-kata. cinta ga mesti terungkapkan dengan kata-kata kan walaupun sebenernya ingin gue rangkai kata-kata untuk mewakili perasaan gue yang sesungguhnya.
mungkin bagi sebagian orang apa yang gue rasakan ini sesuatu yang ga wajar.jatuh cinta sama sesama jenis. tapi gue ga peduli apa kata orang. yang merasakan cinta kan gue bukan orang lain.
gue tau ini salah dan dosa tapi biarin Tuhan yang menghukum gue bukan manusia.
ya allah...aku memiliki perasaan yang salah lagi. aku jatuh cinta lagi sama sesama jenis. padahal gue udah janji sama diri sendiri ga bakalan mencintai dari jenis ku sendiri.
cinta ini datang dengan tiba-tiba dan tanpa gue kehendaki. gue ga bisa melawan...

ayu...andai kau tahu hatiku...
sesungguhnya aku ingin memilikimu
tapi bagaimana caranya tuk memilikimu?

ayu...andai dapat ku gapai indah hatimu
andai kamu menjadi milikku
pasti aku bahagia bersama mu...


saat ini kamu yang aku mau...
saat ini kamu yang aku suka...
saat ini kamu yang aku cinta...
dan saat ini kamu yang ada dihatiku...

Monday, August 22, 2011

tentang perasaanku padanya


Saying I love you is not the words I want to hear from you
It's not that I want you not to say but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do
To make it real then you wouldn't have to say
That you love me cause I'd already know
What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel that your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new just by saying I love you
Now that I've tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes and just reach out your hands
And touch me hold me close don't ever let me go
More than words is all I'd ever needed you to show
Then you wouldn't have to say that you love me
Cause I'd already know. (more than words by exstreme).

walaupun kita belum lama saling kenal tapi entah kenapa rasanya gue udah kenal lo lama banget. walaupun kita hanya kenalan lewat hp dan belum pernah bertemu tapi entah kenapa gue nyaman sama lo. this is my feeling. how can i express this??. more than words,beib. berawal dari keisengan gue membuka web www.indoseks.yuku.com dan memposting,sampe akhirnya gue kenal satu nama yang mengingatkan gue pada seseorang diwaktu sma dulu.
Ayu Winda Pratiwi (bukan ayu lestari yaa...). yuupss...gue kenalan sama cewe lewat web itu.
mungkin karena gue posting nope dan fb gue jadi dia tau nope gue dari situ. semenjak gue posting di web itu,seharian penuh banyak bangeeet yang nelpon dan sms gue buat kenalan. engga cewe ga cowo..jarang yang gue ladenin. kalo ada sms masuk "hy leh kenalan ga?",males gue ladenin. gue dieminn aja. gue kan cuma iseng-iseng aja. kok jadi begini?
 saat gue lagi tidur-tiduran memandang langit-langit kamar ku yang berwarna ungu,tiba-tiba hp berdering. itu dering sms.
dengan rasa males gue ambil hp yang ada diatas meja belajar and gue buka. lagi..lagi..dan lagi..dari nomor yang ga gue kenal. "hy,aq ayu blh kenalan ga?". what...?!! gue sempet kaget bacanya karena namanya ayu. jangan-jangan..ayu...?mungkinkah dia...?
ternyata bukan ayu temen gue di 62. bukan ayu temen gue yang pernah gue sayang. bukan ayu temen gue yang pernah membuat hari-hari gue berantakkan disekolah. bukan ayu yang membuat gue benci sama kehidupan gue di sma dulu.
setelah kenalan,baru deh gue tau. dia sama kaya gue,sama-sama baru lulus taun ini. alumni sma 70.
                                * * * * *
hmm...perasaan belum lama kenal tapi...gue merasa udah kenal ayu lama. mungkin ini hanya perasaan aja,mungkin juga karena namanya itu lho..ayu. cinta itu seperti...seperti apa yaa..?gue takkan mengerti apa itu cinta.
kenapa gue merasakan hal ini. gue juga ga tau kenapa. yang gue tau...
gue suka sama ayu. gue sayang sama lo,ayu...!
malem ini saat gue menulis ini perasaan gue lagi ga karuan jadi maklum kalo tulisannya juga ga karuan.

ayu...apa yang ingin gue sampaikan ditulisan ini lebih dari kata-kata. more than words. makasih sebelumnya..lo juga suka sama gue. 
jujur...sulit bagi gue untuk menerjemahkan perasaan gue kedalam bentuk tulisan.
i just wanna say i love you. i like you somuch...beib.
gue bener-bener suka sama lo. gue ga tau apa ini cuma perasaan yang sesaat. apa ini sama aja dengan perasaan gue ke yang lainnya.
tapi saat ini...lo yang ada dipikiran gue. lo yang ada dihati gue. dan...lo yang gue ingini.
only you...
gue ga tau apakah lo bener-bener suka sama gue. apakah sama apa yang lo rasakan dengan apa yang gue rasakan saat ini. hanya lo yang bisa jawab,yu...
gue sering suka sama orang. gue sering jatuh cinta. gue sering menyayangi seseorang. gue juga sering mengalami perasaan yang saat ini gue rasain sama lo. gue ga tau ini apa namanya.

i'm just saying i like you.
i just wanna say i love you.
really..really...i miss you somuch.
this time i want to have you.
do you understand what i feel for you..?